Selasa, 13 Maret 2012

PSSI oh PSSI


PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) adalah kepala atau organisasi terbesar sepakbola di Indonesia, semua tentang persepakbolaan Indonesia berada di bawah naungannya jadi secara otomatis semua team persepakbolaan Indonesia harus patuh terhadap semua peraturan yang ada. Tapi apakah semua itu bisa diperlakukan dengan baik dan benar oleh PSSI?

Semua rakyat Indonesia pasti tau siapa sih PSSI, seiring perkembangan zaman sepakbola modern PSSI akan menerapkan sepakbola dalam negri yg modern juga yang tadinya liga di dalam negri ini ada 2 wilayah menjadi 1 wilayah yang akan dihuni oleh 18 team yang layak atau lolos dari verifikasi dan bergantilah nama liga Indonesia itu dengan nama Djarum Indonesia Super League (DISL) yang dimulai tahun 2008/09 di bawah naungan PT. Liga Indonesia dan diadakan juga Coppa Indonesia bernama Coppa Dji Sam Soe, pada saat itu ketua umum PSSI masih dijabat oleh Nurdin Halid, akhirnya setelah semua rampung semua kompetisi terbesar sepakbola Indonesia bergulir. Memang agak terlambat sepakbola negri ini dengan negara-negara lainnya yang sudah menjulang jauh prestasi di tingkat internasional sebut sajalah team seperti Manchester United, Juventus, Real Madrid, Barcelona, siapa sih yang tidak tau team raksaksa seperti mereka?

Balik lagi ke sepakbola negri ini. Diawal persepakbolaan modern yang dijalani Indonesia saat itu cukup dibilang berhasil walaupun dana APBD/APBN masih menjadi modal utama untuk masing-masing team, setelah semua laga selesai dilakoni akhirnya Persipura Jaya Pura lah yang menjadi juara pertama kali dipersepakbolaan modern Indonesia dan juara Coppa adalah Sriwijaya FC, mereka berhak berlaga di Liga Champions Asia dan AFC Cup. Cepat waktu bergulir tiba lah DISL 2009/10 yang kali ini peraturan sedikit berbeda dimana semua team yang ikut serta tidak boleh lagi menggunakan dana APBD/APBN dan harus mempunyai PT, walaupun begitu semua team bisa menyanggupinya dan pada saat itu Arema Indonesia keluar sebagai juara dan juara Coppa tetap ditangan Sriwijaya FC, mereka berhak mengikuti kompetisi Liga Champions Asia dan AFC Cup.

Kini saatnya DISL 2010/11 dimulai masih dengan peraturan yang sama di tahun sebelumnya, pada akhir tahun 2010 timnas Indonesia harus menjalani laga di ajang AFF Suzuki Cup 2010 seperti artikel yang sudah saya buat sebelumnya di "Timnas Indonesia 2010". Tapi ditengah-tengah kompetisi berjalan ada dari pihak lain ingin mengadakan kompetisi lain untuk team sepakbola Indonesia yang bernama "Liga Primer Indonesia" (LPI), pada saat itu PSSI yang masih di jabat oleh Nurdin Halid mengatakan dengan tegas bahwa dia tidak menyetujui kompetisi itu tapi dari pihak lain itu masih bersikukuh untuk tetap mengadakan kompetisi tersebut, disini lah mulai adanya pertikaian atau perpecahan di kubu PSSI (padahal perpecahan sudah ada ditahun-tahun sebelumnya) tapi inilah yang bisa dikatakan paling membaranya gejolak dalam kubu PSSI. Karena perpecahan kompetisi itu ada 3 team yaitu Persibo (team promosi DISL 10/11), Persema dan PSM Makassar yang keluar dari kompetisi DISL 10/11 dan secara otomatis 3 team tersebut terdegradasi dan adanya larangan pemain LPI untuk membela skuad garuda, walaupun begitu DISL tetap berjalan hanya dengan 15 team yang berlaga dan Persipura yang menjadi juara, disamping itu LPI yang sebelumnya tetap bergulir dengan team-team yang bisa dikatakan semur jagung atau team baru kemarin sore serta 3 team jebolan DISL akhirnya tidak melanjutkan kompetisi diputaran kedua.

Perpecahan terus silih berganti terhadap PSSI, entah bagaimana dan mengapa itu bisa terjadi? Memasuki tahun 2011 yang dimana kontrak ketum PSSI (Nurdin Halid) saat itu telah habis, memang sudah banyak sekali suara jeritan rakyat yang mengecam dia untuk turun dari jabatannya mungkin karena dia mantan napi atau memang prestasi sepakbola yang tak kunjung membaik. Sesaat suara jeritan rakyat negri ini tak terdengar lagi untuk PSSI karena Nurdin Halid berhasil turun dari jabatannya karena kalah suara dalam pemilihan ketum PSSI yang baru dan terpilih lah ketum PSSI yang baru bernama "Djohar Arifin Husein", pada saat itu rakyat sangat merasa senang dengan lengsernya jabatan Nurdin Halid dari ketum PSSI dan 250 juta rakyat Indonesia berharap ketum baru PSSI (Djohar Arifin Husein) dapat mengembangkan dan memajukan prestasi sepakbola Indonesia ke kancah internasional.

Ternyata eh ternyata suara jeritan rakyat yang hanya baru saja teredam kini kembali bersuar di setiap pelosok negri yang tertuju kepada PSSI karena bukan semakin membaiknya persepakbolaan negri ini malah semakin anjlok saja. Adanya keinginan PSSI untuk merubah format liga indonesia yang sebelumnya sudah bergulir dengan kembalinya menggelar 2 wilayah dan berkeinginan untuk mengganti PT. Liga Indonesia menjadi PT. Liga Prima Indo Sport (LPIS), entah apa yang ada dibenak ketum PSSI pada saat itu padahal sebelumnya sudah menjalani kongres dengan melanjutkan fromat liga indonesia seperti di tahun sebelumnya. Setelah agak redahnya tetang kebodohan PSSI di awal kepemimpinan ketum yang baru dan adanya teguran sanksi dari FIFA apabila Indonesia tidak bisa menggelar kompetisi pada waktu yang ditentukan, sesaat terlahir lah kompetisi yang baru bernama "Indonesian Premier League" (IPL) atau Liga Prima Indonesia (LPI) dengan jadwal yang sangat semrawut dan tidak terkoordinir dengan baik tapi partai pembuka tetap berjalan antara Semen Padang vs Persib Bandung yang berakhir imbang, mungkin itu hanya partai pembela agar tidak adanya sanksi dari FIFA untuk Indonesia, alhasil sebagian besar team dari DISL tetap ingin bermain di bawah naungan PT. Liga Indonesia (ISL) bukan dari PT. Liga Prima Indo Sport (IPL) nah dari situ lah terjadinya "dualisme" dimasing-masing team dari berbagai kota seperti Persebaya, PSMS, Arema bahkan team sebesar Persija pun ikut terlena dalam dualisme team tersebut. Akhirnya kompetisi liga indonesia pun dihentikan sementara karena kesibukan para punggawa timnas untuk berlaga di kualifikasi piala dunia 2014 brazil seperti yang saya tulis di artikel sebelumnya yang berjudul "Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2014 Brazil" dan "29 Februari yang Kelam Untuk Timnas Indonesia", setelah para punggawa selesai menjalankan tugasnya membela garuda di dada kini mereka kembali membela club masing-masing baik dari kompetisi IPL ataupun ISL.

Saya pun sampai berkata untuk ketum PSSI saat ini "sebenarnya lo ngerti sepakbola ga sih?" Dan mungkin surat dari @syamsiralam juga bisa mewakili isi dalam hati seluruh rakyat negri ini di "Jangan Renggut Mimpi Kami" dan @bepe20 pun banyak berkata lewat website resminya di www.bambangpamungkas20.com tentang persepakbolaan negri ini dan bagaimana perasaan mantan ketum PSSI melihat semua ini? Lalu bagaimana tanggapan si bodoh PSSI sekarang ini setelah mendengar dan melihat semua itu? Apakah kebodohan yang terus dikembangkan? setelah gagalnya timnas senior di piala AFF, timnas U23 di Seagames 2011 dan timnas U21 di hasanah bolkiah trophy. Aduuuh PSSI apakah kita (rakyat indonesia) harus melakukan kekerasan agar kalian sadar? Saya yakin dengan kekerasan pun mereka (PSSI) tidak akan pernah peduli, yang mereka pikrikan hanyalah bagaimana caranya agar mereka sukses mempolitisasikan sepakbola indonesia. Saya pikir sebaiknya ketua umum PSSI yang terbaik adalah seluruh rakyat indonesia atau mantan pesepakbola yang benar-benar peduli terhadap sepakbola Indonesia tanpa kenal oleh orang-orang kotor di luar sana karena apabila masih dijabat oleh salah satu orang kotor disana apalagi berasal dari orang-orang politik, tidak akan pernah maju prestasi sepakbola Indonesia di kancah Internasional sampai kapanpun bahkan semakin hancur sajalah sepakbola negri ini. PSSI oh PSSI !!! "Semua rakyat Indonesia ingin melihat sepakbola yang bersih dan sehat serta timnas Indonesia berprestasi di kancah internasional karena kami haus akan gelar". So bagaimana kepemimpinan PSSI apabila mempunyai ketum yang baru lagi? »To be continued

Jangan Renggut Mimpi Kami

Uruguay, May, 2011

Kepada Yth bapak2 anggota Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI)
Ini mungkin curhatan dari isi hati kami sebagai anak bangsa
Kami baru saja ingin memetik dan mewujudkan mimpi kami
Sepakbola adalah mata pencarian kami untuk menghidupkan keluarga kami
Dan untuk mewujudkan mimpi kami bermain di piala dunia
Kami berlatih, bersimbah keringat dan bahkan terkadang bertumpah darahpun kami alami
Kami tinggalkan sekolah kami, keluarga kami, melewatkan masa2 muda kami untuk meraih mimpi dan mengabdi kepada bangsa dan tanah air yg tercinta ini
Tetapi sekarang kenapa ada orang2 yg hanya mementingkan kepentingan pribadinya masing2 sehingga merusak mimpi jutaan anak2 indonesia
Apakah kami pantas kami mendapatkan hal itu?
Apakah ada orang yg pantas merenggut mimpi kami?
Mungkin sebagai seorang remaja muda saya tidak mengerti banyak hal
Tapi kenapa bapak2 harus berdebat smp bercecok mulut ketika ada kongres yg bisa menjadi sarana bagi kita untuk bekerjasama dan bergotong royong untuk membangun sepakbola
Padahal kebangkitan sepakbola kita baru saja enak di mulai
Kepada bapak2 yg saya hormati tolong jangan ambil mimpi kami
Lihatlah ke arah kami sedikit
Bayangkan jika bapak2 berada di posisi kami
Bayangkan betapa getirnya perasaan remaja yg baru saja meraih mimpi tapi kemudian di rebut oleh orang2 yg haus akan kedudukan
Kami tidak pantas mendapatkannya
Sebagian dari kami akan hidup dari sepakbola
Dan jika harus begini apa yg dapat kami lakukan kelak?
Barangkali bapak2 tidak menghiraukannya
Tetapi tolonglah berpikir dengan hati nurani yg jernih
Kami sudah mengorbankan banyak hal untuk mencapai mimpi kami
Sekali lagi jangan renggut mimpi kami !

Syamsir Alam's Letters

Kamis, 08 Maret 2012

29 Februari 2012 yang Kelam Untuk Timnas Indonesia

Setelah selesai melakoni 5 laga kualifikasi pra piala dunia 2014, timnas Indonesia tidak berhasil memetik poin sama sekali alias 0 sekaligus menjadi juru kunci di grup E dan gagal untuk berlaga di piala dunia 2014 di Brazil setelah dikalahkan oleh (Iran 0-3 dan 1-4), (0-2 oleh Bahrain), (2-3 dan 0-4 oleh Qatar). Kini Indonesia akan memainkan 1 laga partai terakhir yang akan di selenggarakan di kandang Bahrain, tapi Indonesia yang sudah dipastikan tidak akan lolos melaju ke babak selanjutnya menurunkan pemain mudanya yang rata-rata dari timnas u23 di seagames 2011 lalu, dan hanya pemain IPL bahkan dari ssb pun ikut serta mengenakan jersey garuda di dada, entah apa yang dipikirkan oleh para petinggi sepakbola Indonesia pada saat itu? Sedangkan Bahrain yang ingin lolos ke babak selanjutnya yang hanya terpaut 1 poin dengan Qatar bermain dengan full team serta harus menjebol gawang Indonesia sebanyak mungkin.

Kick off pun di mulai, Bahrain pun langsung mendesak jantung pertahanan Indonesia, waktu baru berjalan sekitar 4 menit Bahrain mendapatkan hadiah penalty dari wasit yang sebelumnya kipper Indonesia membuat pelanggaran oleh pemain Bahrain sekaligus di kartu merahkannya kipper utama timnas Indonesia pada saat itu, pemain Bahrain pun sukses mengeksekusi tendangan penalty tersebut skor 1-0 untuk keunggulan Bahrain. Indonesia yang hanya bermain dengan 10 orang sejak menit awal selalu mendapat gempuran dari para pemain Bahrain dan alhasil Bahrain pun menutup babak pertama dengan skor yang cukup telak 4-0 tanpa balas, 2 gol diantaranya di cetak dari titik putih (penalty).

Kick off babak ke 2 di mulai, Indonesia sedikit mencoba keluar dari tekanan para pemain Bahrain tapi karena terkendala hanya bermain dengan 10 pemain dan kurangnya pengalaman bermain di level internasional skuad garuda pun tak berhasil tuk mencetak gol ke gawang Bahrain, beberapa menit setelahnya lagi-lagi Bahrain dapat mencetak gol ke gawang Indonesia dengan sangat mudahnya, gol demi gol pun diluncurkan para pemain Bahrain ke gawang Indonesia yang sangat enjoy menikmati gol tersebut sedangkan para pemain Indonesia hanya menganga melihat gawangnya yg terus di jebol oleh lawan bagaikan garuda yang terbang tanpa ruh yang perlahan demi perlahan jatuh ke permukaan dasar bumi.

Pertandingan pun berakhir dengan skor yang sangat telak 10-0 untuk kemenangan Bahrain, tapi Bahrain gagal lolos ke putaran selanjutnya karena Iran dan Qatar bermain imbang 2-2 dikandang Iran. Skor yang sangat memalukan untuk timnas Indonesia sekaligus kekalahan terbesar yang diterima timnas selama berlaga saat ini ! Apakah pantas Indonesia mendapatkan hasil itu? Dimana permainan indah sepakbola Indonesia yang selama ini diperagakan di dalam lapangan hijau? Dan dimana kepedulian para anggota yang bertanggung jawab atas sepakbola Indonesia?

Mungkin 29 Februari 2012 bisa dikatakan kejadian yang sangat kelam dan bersejarah untuk timnas Indonesia yang mendapatkan penalty sebanyak 4 kali (walaupun 2 tendangan gagal) dan 2 kartu merah (kipper utama dan pelatih), tentu banyak komentar dan gunjingan dari seluruh rakyat Indonesia terutama para pecinta sepakbola tanah air bahkan pemain sepakbola sekalipun, sampai ada pesepakbola dari timnas inggris berkata: “I’m not happy with this 10-0 scoreline, I went to Indonesia last summer…..” So apa yang harus dilakukan para petinggi sepakbola Indonesia? Apakah hanya harus diam melihat keterpurukan ini? Apakah para pecinta sepakbola harus berdemo atau melakukan kekerasan kepada petinggi sepakbola Indonesia? Padahal banyak para pemain muda Indonesia yang mempunyai skill sangat baik. Saya pribadi hanya berharap para petinggi sepakbola Indonesia bisa membuka mata dan hati lebar-lebar untuk benar-benar menjalankan tugas dengan baik yaitu “menjadikan sepakbola indonesia dapat berprestasi di jenjang internasional”.

Rabu, 15 Februari 2012

Keramaian Kampus Yang Mulai Jauh Dari Padangan Mata

Rabu, 15 Februari 2012 tepat pukul 21:53 Saya kembali teringat sekilas celotehan-celotehan, ketawa-ketiwi serta berkumpul bersama teman-teman saat berada di kampus AMIK LAKSI 31. Sungguh ada rasa bangga di dalam hati bisa meneruskan pendidikan sampai ke bangku kuliah yang mungkin sampai saat ini belum 100% orang di sekitar bisa mencapainya. Di awali dari pertama saya masuk kampus, kuliah secara efektif, mengerjakan tugas, ujian sampai melihat hasil IPK yang semua itu dilakukan secara rutin disetiap semesternya, tentu ada hasil yang memuaskan dan begitu juga sebaliknya. Tentu semua saya lakukan tidak hanya sendiri saja, saya butuh seorang dosen untuk mengajar saya, butuh ruang kelas untuk belajar, butuh ruang administrasi untuk pembayaran kuliah, dll tapi yang sangat saya butuhkan adalah sesosok orang yang bisa mendorong/memotivasi untuk mendapatkan nilai yang maximal dan tetap bertahan sampai semester akhir yaitu "TEMAN/SAHABAT", mereka lah faktor yang sangat berpengaruh kepada saya.

Seiring berjalannya waktu secara perlahan saya mulai beradaptasi dengan lingkungan kampus dan saya pun mengenal dosen, mendapatkan teman, sahabat bahkan bisa dikatakan musuh pun saya dapatkan, banyak cerita tentang kami mulai dari bahagia sampai sedih saya alami. Seiringnya kedekatan saya dengan teman-teman ada yang berusul untuk membuat suatu kelompok di bidang seni dan tercipta lah "MASLA" (Mahasiswa Seni Laksi 31) yang pada saat itu kami dibawah naungan BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) banyak pro dan kontra tapi pada akhirnya kita bisa menerimanya walaupun tidak sampai 100% dan bahkan kami membuat group di jejaring sosial facebook yang bernama "MASLA". Dari sebuah kelompok itu (MASLA) kita berinisiatif untuk membuat teater atau drama dan ternyata kami bisa mewujudkannya bahkan sampai 3 kali walaupun 1 yang belum terwujud yaitu membuat film amatir, semua keluh kesah kami alami dari mulai mendekorasi stage, membuat back song belum lagi banyak pro dan kontra dalam setiap peran-peran yang harus dijalankan bahkan ada salah satu personil dari MASLA yang pulang ke kampung halamannya di Kalimantan walaupun begitu alhamdulillah semua berjalan dengan lancar. MASLA ye yeee...!
Secara disengaja atau tidak ternyata perpustakaan lah yang menjadi base camp kami dan mendapatkan izin pula dari pihak kampus serta penjaga perpustakaan juga masih kuliah (di kampus STIBA IEC) akhirnya kita berbaur menjadi satu dan sempat ada pergantian penjaga perpus tapi lagi-lagi berasal dari mahasiswi yang sama, nah disitu lah kampus AMIK Laksi 31 dan STIBA IEC bisa dibilang seperti saudara, yang sering kami lakukan bermain UNO dan sparing futsal serta ngebacol bareng hahaha makasih ya buat teman-teman di STIBA.

Hari berganti hari tak terasa kami sudah berada di akhir semester, sebagai kewajiban mahasiswa kita harus membuat Tugas Akhir atau yang sering didengar adalah Skripsi agar bisa lulus dan menyandang predikat Diploma/Sarjana. Kita memulai dengan menetapkan judul apa yang akan dibuat, belajar dengan pembimbing masing-masing, pembuatan bab-bab di paper sampai membuat program, setelah semua selesai tiba waktunya kita akan sidang yang sudah ditentukan hari dan jam masing-masing, rasa deg-degan terlihat disetiap raut wajah kami tapi semua bisa diredam karena adanya support dan motivasi. Setelah sidang selesai kami menunggu hasil beberapa hari kemudian dan hasilnya membuat kami lega yaitu "LULUS" selepas itu kami langsung merayakannya dengan berkaraoke melepas semua penat didalam hati, rasa senang yang sangat amat dalam kami rasakan pada saat itu bahkan tidak bisa diutarakan dengan apapun.

Tapi yang terdengar di kampus saat ini adalah hanya terpaan angin yang menyenggol beberapa tanaman atau pohon di sekitar. Celotehan-celotehan, ketawa-ketiwi, serta canda tawa yang dahulu dirasakan sudah mulai memudar entah mungkin sudah sibuk dengan pekerjaan atau memang malas datang ke kampus padahal pada saat aktif kuliah pun banyak yang sudah bekerja tetapi masih sering kumpul-kumpul, nah jadi apa yang menjadi alasan sebenarnya? Padahal dulu kita pernah berjanji atau sekedar ngomong lah "klo nanti kita dah lulus harus tetap bisa ngumpul ya, seenggaknya di jejaring sosial atau seminggu berapa kali lah yang penting jangan smp loss contact. Ok" tapi hasilnya? Memang setidaknya kita masih bisa berceloteh di jejaring sosial dan masih ada beberapa segelintir orang dari kita yang masih berkumpul tetapi itu tidak terasa seperti saat-saat kita jatuh dan bangkit bersama lagi ! Jadi apakah kita bisa kembali bersatu seperti dulu lagi? Apakah kita bisa memenuhi janji saat dulu? Dan bahkan bisakah kita membuat 1 film amatir yang belum terwujud sampai sekarang? Mari lah luangkan waktu kita walaupun hanya sedikit dan kembali merapatkan barisan tetapi semua balik lagi ke individu masing-masing apakah kita ingin dan yakin bisa seperti itu?

Semua bisa disimpulkan dari sedikit bait lagunya Agnes Monica yang judulnya Matahariku, yaitu "Berjuta warna pelangi di dalam hati, sejenak luluh bergeming menjauh pergi, tak ada lagi cahaya suci, semua nada beranjak aku terdiam sepi".

Minggu, 12 Februari 2012

PERSIJA, JAKARTA, JAKMANIA

- PERSIJA adalah team elite ibu kota Jakarta yang berdiri sejak tahun 1928 dengan julukan "Macan Kemayoran" dan mempunyai supporter yg fanatik bernama "The Jakmania" serta mempunyai kostum kebanggaan berwarna "OREN", Persija sudah juara sebanyak 10 kali di era perserikatan dan 1 kali di Liga Indonesia (kalo tidak salah).
Team ini (Persija) termasuk team besar di Indonesia yg selalu menyumbangkan pemainnya untuk membela timnas, pernah saya lihat di media untuk peringkat dari FIFA, Persija menduduki peringkat 45 se-Asia dan Persija termasuk 1 dari 2 team yg tidak pernah terdegradasi.
Memasuki akhir 2011-2012 adanya dualisme di tubuh Persija, tapi itu tidak membuat saya bingung untuk membedakan yg mana Persija yg sebenarnya karena Persija Jakarta sudah ada di dalam hati sanubari ini dan saya melihat para punggawa Persija sejak dulu sampai sekarang yg membela Persija habis-habisan untuk mendapatkan 1 bintang di atas logo/emblem mereka. Satu Jakarta Satu !

- JAKARTA adalah tempat saya lahir serta mengadu nasib disini, banyak orang yang bilang hidup di Jakarta itu sangat keras sampai ada kata seperti ini "siapa yang kuat dia yg akan tetap bertahan". Tapi menurut saya Jakarta bukan kota yang keras dan bukan siapa yg merasa yg paling kuat dialah yg tetap bertahan, tetapi bagaimana cara kita berusaha untuk kita tetap hidup layak disini, alhasil sampai sekarang saya bisa tetap bertahan disini tanpa harus beradu kekuatan dengan siapapun.
Menurut saya Jakarta adalah kota yg indah dan megah serta tempat bernaung dan mencari nafkah bagi seluruh masyarakat Indonesia dari berbagai profesi, maka dari itu setidaknya kita harus mengucapkan terima kasih untuk kota ini (Jakarta) !

- JAKMANIA adalah saya sendiri yg di dampingi dengan para kaum hawa yg menyukai persija (The Jak Angel) yg selalu melihat pertandingan Persija Jakarta secara langsung ke stadion dengan memakai berbagai atribut oren entah dalam kondisi sehat ataupun sebaliknya, karena demi Persija apapun kulakukan.
Banyak sudah pertandingan Persija yg saya saksikan sampai sekarang, tentunya ada rasa bangga ketika Persija menang pd saat bertanding dan merasa sedih jg bila Persija mengalami kekalahan tapi saya memakluminya karena di setiap permainan/pertandingan pasti ada yg kalah ataupun menang.
Saya bangga menjadi The Jakmania walaupun banyak kata-kata risih yg saya dengar dari berbagai orang seperti "apaan sih the jak itu kan kampungan setiap persija main pasti rusuh dah gitu sesama the jak berantem lg", kata-kata semacam itu seringkali saya dengar mungkin mereka hanya memandang kami (The Jakmania) hanya dari sisi negatifnya, tapi hal itu sama sekali tidak menyurutkan hati saya untuk tetap menjadi The Jakmania bahkan saya terus menyebarkan virus oren ke berbagai tempat serta adanya semakin banyak kawan-kawan The Jakmania yg saya miliki. The Jaaaaaaaaak Mania !

Sabtu, 13 Agustus 2011

Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2014 Brazil

kebangkitan timnas indonesia dimulai. setelah otomatis melaju ke ronde 2 kualifikasi piala dunia, indonesia ditantang oleh turkmenistan. timnas lebih dulu bertandang ke turkmenista dengan hanya 16 pemain dikarenakan perpindahan kursi pelatih wim dan ketum pssi. kick off di mulai timnas belum bisa beradaptasi dengan kondisi lapangan yg sangat buruk di turkmenistan dan alhasil turkmenistan berhasil menjebol gawang ferry rotinsulu 1-0 untuk tuan rumah hingga jedah kemudian kick off babak ke 2 dimulai timnas indonesia mulai bisa menguasai pertandingan dan alhasil m. ilham menjebol gawang turkmenistan skor 1-1 bertahan hingga akhir pertandingan.

di leg ke 2 indonesia menjadi tuan rumah dengan pendukung yg begitu fanatik dari berbagai kota.
kick off dimulai indonesia mendominasi permainan dengan sangat baik alhasil babak pertama indonesia unggul 3-0 atas turkmenistan oleh goal c. gonzales (2) dan m. nasuha.
babak ke 2 dimulai indonesia masih mendominasi permainan tetapi lengahnya pertahanan akhirnya turkmenistan menjebol gawang ferry rotinsulu 3-1 untuk indonesia tapi m. ridwan berhasil menjebol gawang turkmenistan 4-1 untuk indonesia.
pemain indonesia mendapat keuntungan dengan di kartu merahkannya pemain belakang turkmenistan tapi lagi-lagi karena lemahnya pertahanan dan turunnya stamina dari beberapa pemain, turkmenistan berhasil mecetak 2 goal dimenit-menit akhir pertandingan skor akhir 4-3 untuk indonesia dan indonesia melaju ke ronde 3 kualifikasi piala dunia 2014 zona asia di group e bersama iran, qatar dan bahrain.

Sabtu, 25 Desember 2010

Timnas Indonesia 2010


Timnas Indonesia !!

Itulah yang sekarang selalu dibicarakan semua publik Indonesia. berita yang seharusnya ada untuk peristiwa yang ada di alam negri ini berubah menjadi berita timnas begitu pula dengan gossip yang biasanya hangat dengan perbincangan gossip para artis negri ini malah berubah dengan berita Timnas Indonesia. Apalagi timnas Indonesia mengadakan naturalisasi C. Gonzales dan Irfan Bachdim tapi ada yang bilang Irfan Bachdim pemain naturalisasi dan juga ada yang bilang tidak, entahlah yang penting kini dia membela untuk timnas Indonesia dengan baik dan terbukti sudah 2 goal dicetak ke gawang Malaysia dan Laos pada babak penyisihan. Maka dari itu dia disulap menjadi idola baru di Indonesia terutama para kaum hawa.

Mengapa semua publik senang membicarakan timnas Indonesia saat ini?
mungkin adanya peningkatan dalam timnas Indonesia pada saat ini yang diarsiteki oleh pelatih berdarah Austria (Alfred Riedl).
Di ajang AFF Suzuki Cup 2010 Indonesia bermain sangat baik, dari awal babak penyisihan Indonesia menang telak atas tamunya Malaysia dengan skor 5-1 di Gelora Bung karno Senayan, Jakarta, kemudian menang telak lagi melawan Laos 6-0 di stadion yang sama.
beberapa hari berselang lagi-lagi Indonesia menang atas tamunya Thailand dengan skor 2-1 yang dalam beberapa tahun terakhir Indonesia tidak pernah menang. Babak penyisihan telah usai Indonesia melaju ke babak semi final dengan nilai sempurna yaitu 9 poin dari 3 laga yang dilakoninya dan Malaysia menemani Indonesia sebagai Runner up grup A yang mengantongi nilai 4 poin dari 3 laga. Di semi final Indonesia bertemu dengan Filipina yang berada di posisi runner up grup B, secara ajaib Indonesia melewati babak semi final secara mulus di kandang sendiri dengan agregrat 2-0, 2 goal diborong oleh striker Persib Bandung C. Gonzales padahal dalam timnas filipina terdapat 9 pemain naturalisasi yang berasal dari Inggris dan Amerika.

Kini Indonesia sudah ditantang oleh timnas Malaysia di partai final yang sebelumnya dapat melewati hadangan dari juara bertahan Vietnam dengan agregrat 2-0.
Tentu ada kepercayaan diri terhadap timnas Indonesia karena di laga sebelumnya Indonesia menang telak atas Malaysia dengan skor 5-1, tapi ini adalah final jadi permainan Malaysia pasti berbeda total dengan penampilan di babak penyisihan.
Ini adalah laga final ke 4 bagi Indonesia. Kita saksikan di Final AFF Suzuki Cup 2010:
1st Leg (26/12): ( Bukit Jalil, Kuala Lumpur )
2nd Leg (29/12): ( Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta )

Siapakah tim yang akan Juara untuk pertama kali di AFF Suzuki Cup 2010?