Sabtu, 18 September 2010

Tuhan Menciptakan Indonesia


Suatu hari Tuhan tersenyum puas melihat sebuah planet yang baru saja diciptakan- Nya. Malaikat pun bertanya, "Apa yang baru saja Engkau ciptakan, Tuhan?" "Lihatlah, Aku baru saja menciptakan sebuah planet biru yang bernama Bumi," kata Tuhan sambil menambahkan beberapa awan di atas daerah hutan hujan Amazon. Tuhan melanjutkan, "Ini akan menjadi planet yang luar biasa dari yang pernah Aku ciptakan. Di planet baru ini, segalanya akan terjadi secara seimbang".Lalu Tuhan menjelaskan kepada malaikat tentang Benua Eropa. Di Eropa sebelah utara, Tuhan menciptakan tanah yang penuh peluang dan menyenangkan seperti Inggris, Skotlandia dan Perancis. Tetapi di daerah itu, Tuhan juga menciptakan hawa dingin yang menusuk tulang.Di Eropa bagian selatan, Tuhan menciptakan masyarakat yang agak miskin, seperti Spanyol dan Portugal, tetapi banyak sinar matahari dan hangat serta pemandangan eksotis di Selat Gibraltar.Lalu malaikat menunjuk sebuah kepulauan sambil berseru, "Lalu daerah apakah itu Tuhan?" "O, itu," kata Tuhan, "itu Indonesia. Negara yang sangat kaya dan sangat cantik di planet bumi. Ada jutaan flora dan fauna yang telah Aku ciptakan di sana. Ada jutaan ikan segar di laut yang siap panen. Banyak sinar matahari dan hujan. Penduduknya Ku ciptakan ramah tamah,suka menolong dan berkebudayaan yang beraneka warna. Mereka pekerja keras, siap hidup sederhana dan bersahaja serta mencintai seni."Dengan terheran-heran, malaikat pun protes, "Lho, katanya tadi setiap negara akan diciptakan dengan keseimbangan. Kok Indonesia baik-baik semua. Lalu dimana letak keseimbangannya? "Tuhan pun menjawab dalam bahasa Inggris, "Wait, until you see the idiots I put in the government." (tunggu sampai Saya menaruh 'idiot2′ di pemerintahannya)

Rabu, 15 September 2010

Ramadhan and Lebaran 1431 H (9/10)

Tidak terasa seiring waktu terus berjalan dah ingin memasuki bulan Ramadhan, tapi diri ini tak ada rasa ingin datangnya bulan suci tersebut padahal sms terus teriring di hp tentang menyambut bulan ramadhan.

Seiring bulan ramadhan tiba banyak orang-orang yang mendadak menjadi baik, itulah makna dari bulan ramadhan.

Beberapa hari kemudian tibalah bulan suci Ramadhan, bulan yang penuh berkah, rahmat dan berlimpah segala pahala. Semua umat muslim berpuasa dan menjalankan makan sahur dan shalat tarawih pada malam hari, semua terus bergulir pada setiap harinya. setelah beberapa hari hati ini belum juga merasakan datangnya bulan suci Ramadhan, mungkin karena banyak kesibukan jadi tidak merasakan lapar dan haus.

Tanpa adanya gelisah dihati ini ramadhan terus kujalani tanpa ada beban sedikitpun, walaupun masih ada beberapa setan yang berwujud manusia, tapi hati ini seakan terus menahan nafsu. Film yang buat ramadhan ini rada terkesan yaitu "Penghuni Terakhir" gak tau kenapa 9w pilih film ini mungkin karena seru kali ya ada perseteruan dan keharmonisan dalam 1 rumah.

Hari bergulir setiap harinya ku lewati bulan suci Ramadhan bersama teman-teman, tentu tawa dan haru selalu menyelimuti disetiap detik.

Diikuti dengan buka bersama dengan teman-teman:

1. Di rumah Riva

2. Di rumah Tya

3. Di rumah Yozi

4. Di Kampus sekalian MASLA performance jilid 3

5. Di rumah Ety

6. Di rumah Ian

7. Di rumah Lucky (9w)

8. Di bakul tukul, cikini

9. Di AH restoran, Atrium

9w (Lucky), Riva, Bojes, Ibnu yang gak pernah absen ikut bubar

tentunya banyak rasa yang dimiliki, dari mulai latihan teater banyak peran yang kabur-kaburan, ada yang izin kerja, males, bantuin beli properti, pokoknya masih banyak lagi dah. Belum lagi pas buka bersama ada aja yang dilakukan para anak-anak MASLA, tapi pas dirumah gue pada ngeluh terus ada yang bilang kurang, kemahalan, gak jadi ikut, mungkin semua hanya bercanda, namanya juga MASLA.

Tapi asiklah pas main futsal, emang dasar MASLA main futsal aja sampe ketawa-ketiwi.

selesai dirumah 9w semua siap bergegas pulang kerumah masing-masing, kita saling mengucapkan salam perpisahan dan semoga MASLA selalu eksis. MASLA yee yee..!!!

Gak ketinggalan juga 9w bubar sama teman-teman SMA sekalian reuni habis bubar kita pada nonton, tapi ada yang gak ikut sich karena alasan pengen latihan band. Waktu itu lagi nonton Sang Pencerah yang tiketnya sampe di upload ke facebook sama Ucha.

Filmnya ngebahas tentang berdirinya organisasi Muhammadiyah yang kebetulan kita lulusan muhammadiyah jadi sedikit rada tau lah jalan ceritanya. Selesai nonton pulang dah kerumah masing-masing, sialnya 9w doang yang naik motor bertiga tapi alhamdulillah semua sampe rumah dengan selamat.

Keesokan harinya bubar terakhir sama bocah daerah 9w sekalian beli makanan and cari-cari kaset ps and beli cd Justin Bieber.

Pas sampe rumah siap-siap takbiran dah.

Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Laillahaillallahuallahu akbar Allahu Akbar walillah ilham, begitulah yang 9w dan semua orang dengar.

Niatnya pada mau ngarak keliling kota Jakarta tapi supirnya lagi sakit, gak tau dah tuh sakit apaan, tapi malam takbiran tahun ini sepi sih gak kayak tahun sebelumnya. Gara-gara gak jadi jalan-jalan akhirnya takbiran di musholla, sambil pukul-pukulin bedug sm liat-liat mobil and motor yang lewat jalanan aja sampe capek terus pulang kerumah masing-masing.

Pagipun tiba, Selamat IDUL FITRI 1431 H itulah yang ada di inbox hp 9w malah dari malam takbiran and beberapa hari sebelum lebaran dah ada yang ngucapin duluan. Siap-siap buat shalat ied di Musholla Ar-Rahman bersama warga yang lain, tentu rame banget yang shalat sampe ada yang shalat di luar musholla. sholat ied dimulai semua berucap Allahu Akbar berkali-kali tapi imamnya lupa suratnya pas rakaat kedua ini baru terjadi 1 kali, semoga aja gak berlanjut.

Semua umat islam merayakan hari raya IDUL FITRI 1431 H, setelah shalat semua saling berjabatan tangan untuk saling bermaafan sambil silaturahmi keliling rumah warga sampe ada yang nangis juga, maklumlah namanya juga manusia pasti semua punya hati dan perasaan. Dan yang menarik adalah bagi-bagi duit ke anak-anak.

habis silaturahmi gak ketinggalan momen ini harus diabadikan, tapi ngeselin banget pas 9w lagi foto-foto eh ditinggalin jiarah ke kuburan nenek 9w tercinta, setelah itu 9w pergi ke pasar minggu sm ke kp. melayu biasalah silaturahmi sm saudara, yang asyiknya 9w dpt duit banyak, kebesokan harinya pagi-pagi 9w ke depok eh dapat duit lagi lebih banyak pokoknya seru banget dah jalan-jalannya, pas pengen pulang eh tiba tiba hujan, mampir dulu dah ke ITC depok akhirnya duit yang 9w dapat di beliin baju, jaket, sepatu and kaca mata sampe 200ribuan 9w belanja.

Sekarang dan seterusnya ngapain ya buat ngisi liburan?

Planning:

1. Pergi ke Bogor

2. MASLA jalan-jalan

3. Silaturahmi di rumah Yozi

4. Silaturahmi di rumah Ucha

5. Silaturahmi di rumah Riva

6. Silaturahmi di rumah Bojes

7. Ketemu sama orang dari Bandung

Semoga puasa dan semua amal ibadah kita diterima oleh Allah dan kita selalu tetap eksis terutama MASLA yee yee. Amin..!!

Selasa, 07 September 2010


Profil Bambang Pamungkas

Nama : Bambang Pamungkas

Nama Panggilan : Bambang, Bepe

Tempat, Tanggal Lahir : Getas, Kabupaten Semarang 10 Juni 1980

Agama : Islam

Orang Tua : - H. Misranto (Ayah)
- Hj. Suriptinah (Ibu)

Kakak : Agus Handoko Misranto
Agus Budhi Suseno
Tri Agus Prasetijo
Eni Kusumawati
Nanik Setyowati
Adik : Dyah Ernawati

Istri : Tribuana Tungga Dewi

Anak : Salsa Alicia
Jane Abel
Syaura Abana
Cita-cita : Guru dan Chef

Pendidikan :

Taman Kanak-kanak
Taman Kanak-kanak Bangun 1 Getas Kab. Semarang (1984-1986)
SD
SD Negeri Kauman Lor 3 Getas Kab. Semarang (1986-1992)
SMP
SMP Negeri 1 Salatiga, *Kelas 1C *Kelas 2C *Kelas 3A (1992-1995)
SMA
SMU Negeri 1 Salatiga, *Kelas 1C *Kelas 2C *Kelas 3 IPS 2 (1996-1999) - -

Kuliah
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Rawamangun hanya 2 semester

Hobi :
Membaca buku dan Memasak

Saran :
Bagi pemain-pemain junior "JANGAN PERNAH BERHENTI UNTUK BERMIMPI" karena mungkin suatu saat nanti, mimpi kalian akan menjadi kenyataan.. Keyakinan, kerja keras dan doa akan membantu kalian untuk mewujudkan mimpi itu.. mungkin saat ini, kami para senior yg membela nama Bangsa tetapi bisa jadi suatu saat nanti kalian yg akan berjuang mengenakan seragam Merah Putih, karena Tim nasional itu milik seluruh rakyat Indonesia siapapun mempunyai hak untuk menjadi pemain nasional, tentunya sesuai dengan kemampuannya, oleh karena itu persiapkan diri sebaik mungkin...

Minggu, 05 September 2010



30 Mei 2010 ( Persija vs Arema )

30 Mei 2010 ini adalah hari yang dinanti, setelah sehari sebelumnya sudah bersiap-siap untuk bertemu dengan saudaraku Aremania di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta. Pagipun telah tiba ku beranjak ke Monas untuk ikut sepeda sehat, beberapa waktu berselang setelah melakukan aktivitas di hari minggu yang begitu cerah, tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 1 siang, aku dan teman The Jakmania lainnya bersiap-siap untuk berangkat ke stadion, perjalanan kami sempat tertunda karena keterlambatan dalam membeli tiket, walaupun begitu kami tetap berangkat menuju stadion dengan semangat yang begitu membara.

Akhirnya kami berangkat tepat pukul 15.00 WIB, karena hari minggu sangat sepi kami sampai di stadion dengan cepat, tapi beberapa The Jakmania dan Aremania masih ada yang belum masuk ke dalam stadion termasuk saya dan teman-teman karena tidak ada satu gerbangpun yang dibuka selain tribun atas, kami sudah mengelilingi semua pintu tapi tidak ada satupun pintu yang di buka, beberapa waktu berselang tepat di pintu 8 pintu gerbang di buka setelah para The Jakmania meminta pintu untuk di buka.

Setelah sampai di dalam stadion saya sangat terkejut melihat SUGBK dipadati Aremania dan The Jakmania, Arema sementara sudah unggul 1-0. Saya berada di sektor 15 yang sudah dibanjiri Aremania, walaupun begitu saya tetap mendukung team kesayangan PERSIJA JAKARTA dan bernyanyi dengan Aremania. Saya terdiam setelah Arema unggul 2-0 lewat tendangan penalty Njanka (mantan pemain PERSIJA).

Babak pertama telah selesai dengan keunggulan Arema 2-0, saya dan teman-teman bergeser untuk pindah ke sektor 10 dengan The Jakmania lainnya, karena stadion sudah begitu pada akhrinya kami hanya bisa sampai sektor 13 yang dimana sudah dipadati Aremania. Babak kedua segera dimulai tetapi ada sedikit kendala mungkin manajemen Persija masih protes karena dibabak pertama Abanda terkena kartu merah yang tentunya sangat merugikan PERSIJA.

Babak kedua dimulai PERSIJA bermain sangat offensive terus menyerang BEPE akhirnya menjebol gawang yang dikawal Kurnia Meiga skor 1-2 Arema masih unggul, rasanya senang sekali hati ini karena masih memiliki peluang untuk menyamakan kedudukan, keasyikan menyerang dan karena hanya bermain dengan 10 orang gawang M. Yasir kembali jebol, kali ini lewat kaki Roman Chmelo skor 1-3 untuk keunggulan Arema. Para pemain PERSIJA sempat membahayakan gawang Arema tapi selalu gagal menjebol gawang Arema, kali ini Noh Alamsyah yang menjebol gawang M. Yasir skor 1-4 untuk Arema, beberapa waktu berselang lagi-lagi gawang M. Yasir kembali jebol skor 1-5 berakhir hingga pluit babak kedua berakhir.

Rasa sedih dalam hati karena team kesayangan kalah telak 1-5 di kandang sendiri sekaligus kekalahan terbesar musim ini. Rasanya air mata ingin menetes dipipi, seorang Aremania menghampiriku dan berkata “udah jangan nangis kalah menang udah biasa dalam pertandingan, ambil hikmahnya aja yang penting kita tetap saudara”. Setelah mendengar kata-kata tersebut sayapun kembali berdiri dan semangat tetap mendukung PERSIJA, saya dan para Aremania saling berjabatan tangan dan tukar baju dan syal untuk kenang-kenangan serta berfoto ria dalam stadion.
Suasana perdamaian yang begitu hangat dan tak bisa terlupakan.
THE JAK AREMA KITA SAUDARA,,
SAUDARA SAMPAI MATI..!!!

Selasa, 01 Desember 2009

The Jakarta History Museum (Fatahillah)

The Jakarta History Museum (also known as Fatahillah Museum) is housed in the former City Hall located in the old part of the city now known as Jakarta Kota, some hundred meters behind the port and warehouses of Sunda Kelapa.

Originally called the Stadhuis, this building was the administrative headquarters of the Dutch East India Company, and later of the Dutch Government. Built in 1710 by Governor General van Riebeeck, this solid building hides below it notorious dungeons and filthy water prisons. Most prisoners, both Dutch rebels and Indonesian “natives” were publicly flogged, barbarically impaled and executed on the square called the Stadhuisplein--now known as Fatihillah Square--while the Dutch overlords looked down superciliously on the proceedings below from the portico and windows above.

Indonesia’s freedom fighter Javanese Prince Diponegoro, who was treacherously arrested, was imprisoned here in 1830 before being banished to Manado in North Sulawesi. Another freedom fighter earlier imprisoned here around 1670 was Untung Suropati from East Java.

In the center of the square is a fountain which served as water supply for the colonial capital, Batavia, while to its north is a Portuguese cannon, believed to be a font of fertility.

Today, the Jakarta History Museum displays the history of Jakarta from prehistoric days to the founding of the town of Jayakarta in1527 by Prince Fatahillah of Banten, and through Dutch colonization from the 16th. century onwards until Indonesia’s Independence in 1945.

The collection includes a replica of the Tugu Inscription that dates back to the 5th century under the reign of the great King Purnawarman, evidence that the center of the Tarumanegara kingdom was located around the present day seaport of Tanjung Priok.

Further historical evidence of thriving Sunda Kelapa Harbour is a 16th. century map and replica of the 1522 Padrao monument, commemorating the friendship treaty between the Portuguese and the Sunda kingdom. Furthermore, maps and drawings show the establishment of the City of Jayakarta in 1527 by Prince Fatahillah. While the rich collection of Betawi and Colonial style furniture dating to the 17th, 18th and 19th century belongs to one of the most complete in the world. This collection reflects the influences of various cultural elements on the City of Batavia, namely from Europe, especially from the Netherlands, from China and India as well as from Indonesia itself.

And to bring more life and activities to the Old Batavia square, today the Jakarta Government has organized regular attractions involving local communities and their cultures. On Sundays, shows are performed presenting the Zapin dance, a combination of Betawi and Middle Eastern influences, the Barongsai Chinese lion dance, the Portuguese influenced keroncong music, the typical Betawi Tanjidor music, batik fashion shows, vintage cars parades, food and souvenirs and fireworks.

Jakarta Tempo Doeloe

Menyusuri jejak Jakarta tempo doeloe terasa menyenangkan. Menyusuri daerah kota yang begitu kental nuansa kota tua-nya, disanalah cikal bakal Jakarta yang sekarang sudah berkembang sangat luas.

Museum Sejarah Jakarta yang berseberangan dengan stasiun kota dulunya adalah bangunan bekas Balai Kota. Bangunan bertingkat dua ini menjadi pusat kota lama selesai dibangun 1712. Kegiatan di Balai Kota mengurusi masalah perkawinan, peradilan dan perdagangan, sampai dijuluki “Gedung Bicara”. Kemudian Balai Kota juga menjadi penjara yang menyeramkan selain sebagai pusat milisi 1620-1815. Tahun 1925 menjadi kantor pemerintah Jawa Barat sampai perang dunia II. Setelah perang dunia II Balai Kota dipakai sebagai markas tentara. Waktu Gubernur Ali Sadikin gedung dipugar dan sejak 1974 menjadi Museum Sejarah Jakarta.

Profil Persija

Berdiri: 1928
Alamat: Graha Wisata GOR Ragunan Lt 2, Jakarta Selatan
Telepon: 021-7818160
Ketua Klub: Toni Tobias
Stadion: Gelora Utama Bung Karno, Senayan, Jakarta

Sejarah Singkat

Persija adalah singkatan dari Persatuan Sepakbola Indonesia Jakarta, sebuah klub sepakbola profesional yang berbasis di ibu kota.

Saat ini, tim berjuluk Macan Kemayoran merupakan salah satu kontestan Superliga 2008/09. Kompetisi kasta tertinggi di pentas sepakbola nasional yang baru pertama kali digulirkan musim ini.

Didirikan pada tahun 1928, dengan cikal bakal bernama Voetbalbond Indonesish Jakarta (VIJ), tim ini adalah merupakan salah satu klub yang ikut mendirikan persatuan sepakbola seluruh Indonesia (PSSI).

Hal itu ditandai dengan keikutsertaan wakil VIJ Mr Soekardi, dalam pembentukan PSSI di Societeit Hadiprojo Yogyakarta pada Sabtu 19 April 1930.

Sempat menjadi jawara di era Perserikatan, klub ini semakin bersinar di era sepakbola profesional, setelah mendapat dukungan dan perhatian yang besar dari Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso kala itu.

Sayang seiring dengan lengsernya pria yang akrab di sapa Bang Yos itu, maka kondisi keuangan Persija menjadi tidak jelas. Hal itu setelah dana Anggaran dan Pendapatan Belaja Daerah (APBD) DKI Jakarta yang selama ini menopang kehidupan tim, tak lagi bisa dinikmati.

Akibatnya Persija mengalami krisis finansial yang hingga saat ini masih terus dialami tim yang memiliki pendukung fanatik yang cukup besar bernama Jak Mania.

Kiprah Di Superliga 2008/09

Di pertandingan awal Superliga, Persija sempat menggembrak dengan mendulang tujuh kemenangan, sekali seri dan sekali kalah, dari sembilan laga yang mereka mainkan. Sayang setelah itu mereka sempat mencetak hattrick kekalahan secara beruntun. Terlebih dengan kekalahan tragis dari tuan rumah Persipura dengan skor telak 6-0.

Hal tersebut ditengarai akibat krisis finansial yang belum juga berakhir, sehingga mental bertanding Ponaryo Astaman dan kawan-kawan terganggu. Maklum saja, karena krisis finansial itu membuat pemain belum menerima gaji selama beberapa bulan.

Peluang Juara

Sebagai tim yang boleh dikatakan bertabur bintang, Persija Jakarta punya kans yang cukup besar untuk tampil sebagai juara Superliga musim ini.

Meski demikian, bukan perkara mudah bagi tim ibu kota ini untuk bisa tampil menjadi yang terbaik. Pasalnya, mereka harus bisa bersaing dengan tim papan atas lainnya yang juga punya ambisi yang sama. Terlebih dengan kondisi finansial yang belum jelas.

Prestasi

Perserikatan

Juara: 1954, 1964, 1971-73, 1973-75, 1978/79
Runner-up: 1952, 1975-78, 1987/88

Liga Indonesia (LI)

LI 1994/1995: Peringkat 12 Wilayah Barat
LI 1995/1996: Peringkat 13 Wilayah Barat
LI 1996/1997: Peringkat 10 Wilayah Barat
LI 1998/1999: Semifinalis
LI 1999/2000: Semifinalis
LI 2001: Juara
LI 2002: 8 Besar
LI 2003: Peringkat 7
LI 2004: Peringkat 3
LI 2005: Runner-up
LI 2006: 8 Besar
LI 2007: 4 Besar